Semangat kegotong royongan dan keswadayaan pada tatanan kehidupan masyarakat Desa / Kelurahan telah mengakar dan berkembang. Pemahaman terhadap artikulasi gotong royong sebagai pemaknaan untuk melakukan pekerjaan secara bekerjasama atau tolong menolong, bantu membantu dalam kehidupan di masyarakat. Kebiasaan mulia dalam kehidupan masyarakat tesebut antara saling mendukung dan saling membantu sesamanya dengan diwujudkan kegiatan gotong royong dalam pembangunan sarana ibadah, memperbaiki rumah tinggal, prasarana umum, susuk wangan irigasi, dan sistem keamanan lingkungan, bahkan melakukan kegiatan pamswakarsa.

Untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat yang berlandaskan pada semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan dalam penguatan integritas sosial kemasyarakatan melalui kegiatan – kegiatan gotong royong dalam mencapai masyarakat yang adil dan makmur menuju keluarga sehat sejahtera perlu dilestarikan karena memiliki manfaat dalam peningkatan kesejahteraan masarakat disegala bidang pembangunan khususnya dalam hal kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, dan agama serta lingkungan.

Sebagai tolok ukur dalam upaya gotong royong sebagai model sosial yang dapat memberikan pengaruh pada tumbuh kembangnya lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa / Kelurahan seperti : BPD, Tim Penggerak Desa / Kelurahan, Lembaga Adat, Karang Taruna, dan lembaga lainnya.

Penilaian gotong royong pada masyarakat ini perlu sekali dilakukan untuk mengukur sejauh mana nilai – nilai partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa / Kelurahan khususnya lembaga kemasyarakatan dalam mengimplementasikan nilai – nilai gotong royong yang ada di Desa / Kelurahan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.

Sasaran pelaksanaan Penilaian Gotong Royong Terbaik Tahun 2015 meliputi 4 (empat) bidang sebagai variabel untuk mengukur nilai – nilai gotong royong masyarakat sekaligus mengukur tingkat kepedulian partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa / Kelurahan.

Adapun 4 (empat) bidang sebagai variabel tersebut adalah :

  • Bidang Kemasyarakatan,
  • Bidang Ekonomi,
  • Bidang Sosial Budaya,
  • Keagamaan serta Bidang Lingkungan.
Pemukulan Kentongan sebagai Simbolis Puncak Peringatan

Pemukulan Kentongan sebagai Simbolis Puncak Peringatan

 

Pelaksanaan Penilaian Gotong Royong Terbaik Tingkat Kabupaten Madiun dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 26 Februari 2015 dengan obyek sasaran 1 (satu) Desa untuk mewakili tiap Kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun. Dan Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong dan HKG PKK terlaksana pada tanggal 4 Juni 2015.

 

 

 

 

 

Dari Penilaian Gotong Terbaik Tingkat Kabupaten Madiun tersebut tercapai hasil nominasi sebagai berikut :

  1. Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng sebagai Juara I
  2. Desa Lebakayu Kecamatan Sawahan sebagai Juara II
  3. Desa Cermo Kecamatan Kare sebagai Juara III
Juara Lomba Gotong Royong 2015

Juara Lomba Gotong Royong 2015

 

Pada acara Puncak Peringatan BBGRM dan HKG PKK terlaksana pula kegiatan pemugaran RTLH sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang bisa dicapai dalam memenuhi nilai – nilai gotong royong. Pemugaran tersebut terlaksana atas partisipasi dari Bank Jatim sebagai pendukung kegiatan ini. Dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Kabupaten Madiun, PDAM Kabupaten Madiun ikut menyukseskan kegiatan ini.

Simbolis Peletakan Batu Bata pada Pemugaran RTLH

Simbolis Peletakan Batu Bata pada Pemugaran RTLH

 

Categories:

Tags:

Comments are closed

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi
Kementrian Dalam Negeri
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Provinsi Jawa Timur